Gowesku

Gowesku, Komunitas Sepedaku

Pesona Goweser Tangsel di Gobar Muharram

Peserta gobar Muharram Tangsel

Gowesku.com – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah, sejumlah komunitas sepeda di wilayah Tangerang Selatan mengadakan kegiatan Gowes Bareng Mandiri, 1 Muharram (Gobarman Muharram) yang dilaksanakan pada tanggal, 7 Juli 2024. 

Gobar ini merupakan inisiatif dari sejumlah komunitas sepeda dengan tujuan utamanya mempererat silaturahmi, khususnya para anggota komunitas di Tangsel. 

Meskipun sempat diguyur hujan, namun antusiasme peserta begitu tinggi. Mereka datang dari berbagai wilayah dan berkumpul di Masjid Agung Mujahidin, Pamulang yang dijadikan titik awal kegiatan ini.  Koordinator komunitas sepeda Tangsel Om Budi ikut melepas kegiatan Gobar Muharram ini. 

Pagi itu cuaca memang tidak begitu bersahabat. Hujan mengguyur wilayah Tangsel dari malam sebelumnya. Tidak sedikit peserta yang lebih memilih untuk tidak keluar rumah. Namun ada sekitar 60 peserta yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan gobar ini hingga selesai. 

Para peserta berasal dari berbagai komunitas antara lain,  Federal Tangerang Selatan (Petasan), MC Bike, Victor Bike, Sinbad, dan komunitas lainnya. Mereka terlihat bersemangat mengayuh sepedanya  sampai tujuan akhir Masjid Al Azhar, Bumi Serpong Damai (BSD) sejauh 17 Km. Menariknya sejumlah goweser wanita dari komunitas Ladies Bike terlihat memiliki semangat yang sama dengan para goweser lainnya. 

Gowes Blusukan

Bagi pesepeda yang biasa bersepeda jauh gowes menempuh jarak belasan kilometer mungkin dianggap “cetek”. Tapi nanti dulu, meski jaraknya hanya belasan kilometer, namun berjalan di single trek saat hujan bukanlah perkara yang mudah. Beberapa peserta mengalami kesulitan saat harus melintas jalan tanah atau aspal beton (single trek) yang habis diguyur hujan. 

Sebagian dari peserta wanita terpaksa harus menuntun sepedanya ketika melalui lintasan yang licin. “Lebih aman turun, TTB (tuntun tuntun bike) daripada jatuh. Soalnya jalannya licin,” ujar salah satu peserta wanita.

Meski demikian, ada juga peserta yang tetap mengayuh sepedanya ketika melewati turunan single trek yang licin. “Yang penting fokus dan direm,” ujar peserta wanita lainnya. 

Jalan yang dilalui oleh peserta dari Masjid Agung Mujahidin sampai Masjid Al Azhar BSD didominasi oleh jalan blusukan atau melintasi wilayah pemukiman penduduk. Persentasenya, 70 persen blusukan, sisanya melewati jalan utama. Peserta pun sempat beristirahat sejenak di Jalur Pipa Gas (JPG) yang sempat menjadi jalur sepeda ikonik di kawasan Tangsel. 

Gowes Silaturahmi

Ketua Penyelenggara Gobar Muharram, Muntazar mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk mempererat silaturahmi antar komunitas dan pesepeda di wilayah Tangsel. “Tujuan utamanya agar terjalin silaturahmi para komunitas,” kata dia.

Moment Muharram sengaja dipilih agar peserta dapat memaknai arti tahun baru Islam (hijriah) yang jatuh setiap tanggal 1 Muharram. Alasan ini juga yang mendasari Muntazar bersama dengan panitia lainnya memprakarsai bersepeda dari masjid ke masjid. 

“Teman-teman dari komunitas sepeda Masjid Al Mujahidin juga ikut mensupport acara ini,” pungkas Muntazar. (robi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan