14/02/2026
WhatsApp Image 2026-02-09 at 08.50.16

Pedal Community Indonesia merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-16 di Warjok Sawangan, Minggu, 8 Februari 2026. Perayaan ini menjadi momentum silaturahmi lintas generasi anggota komunitas sepeda yang telah berkiprah sejak 2010.

Secara historis, Pedal Community Indonesia lahir pada 2 Januari 2010. Namun, perayaan HUT tahun ini baru dapat digelar pada Februari karena kesibukan para anggota yang semakin beragam.

“Lahirnya pada 2 Januari 2010 memang sudah lewat. Tapi momen ini tetap kita laksanakan, karena tidak adil jika sebuah komunitas tidak merayakan hari kelahirannya. Walaupun yang bisa hadir terbatas, yang penting kita bisa berkumpul, bersilaturahmi,” ujar Ketua Umum Pedal Community Indonesia, Triputra Dhany.

Ia menambahkan, seiring waktu, semakin sulit bagi anggota untuk berkumpul karena aktivitas masing-masing. Namun, justru di momen ulang tahun inilah rasa kebersamaan kembali terjalin.

“Banyak teman-teman yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bisa hadir. Saya juga mengundang para sesepuh Pedal, meski sebagian berhalangan,” katanya.

Komunitas yang Tumbuh Bersama Waktu

Pembina Pedal Community Indonesia, Rachmat Maulana, menilai perjalanan 16 tahun Pedal sebagai fase pertumbuhan yang matang, layaknya perjalanan manusia menuju kedewasaan.

“Tidak terasa Pedal sudah berkiprah 16 tahun. Kalau diibaratkan anak-anak, ini sudah menjelang remaja. Semoga ke depan kita bisa terus tumbuh dan mencapai fase yang lebih matang. Kalau dibilang om Robie tadi kalau udah 17 tahun bisa punya KTP, semoga bisa mencapai itu,” ujarnya.

Menurutnya, selama 16 tahun, Pedal tidak hanya aktif dalam kegiatan bersepeda, tetapi juga dikenal sebagai komunitas yang solid dan terorganisir dalam berbagai kegiatan, termasuk tur luar kota.

“Setiap kali Pedal menyelenggarakan kegiatan luar kota, saya melihat organisasinya sangat rapi. Dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi, semuanya sangat baik. Kalau diberi rating, nilainya 100,” katanya.

Rachmat juga mengenang salah satu perjalanan terjauh Pedal, yakni ke Gunung Rinjani, yang menjadi simbol semangat eksplorasi komunitas.

“Tujuan kita ke luar kota bukan hanya gowes, tetapi menikmati keindahan alam. Itu yang membuat setiap perjalanan menjadi pengalaman yang berkesan,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Bersepeda

Pedal Community Indonesia juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Rachmat menilai kepedulian sosial menjadi salah satu identitas kuat komunitas ini.

“Pedal bukan hanya komunitas sepeda. Mereka juga aktif dalam kegiatan sosial, memberikan santunan, membantu anggota, dan peduli pada masyarakat. Kekompakan Pedal sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dalam beberapa kegiatan tur, anggota Pedal turut membawa bantuan berupa buku dan perlengkapan sekolah untuk masyarakat di daerah yang dikunjungi.

“Itulah karakter Pedal, bukan hanya menikmati perjalanan, tetapi juga berbagi,” katanya.

Investasi Kesehatan dan Semangat Kebersamaan

Pembina Pedal Community Indonesia lainnya, Capt Daniel, menekankan bahwa komunitas sepeda seperti Pedal memiliki peran penting dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

“Tujuan utama kita bersepeda adalah menjaga kesehatan. Tapi lebih dari itu, kita juga diajak untuk berbagi dan membantu sesama,” ujarnya.

Menurut Capt Daniel, semangat anggota Pedal yang tetap aktif bersepeda, bahkan hingga usia lanjut, menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Ini adalah investasi kesehatan. Kita lihat senior-senior di Pedal tetap kuat dan semangat. Bahkan ada anggota yang usianya sudah 80 tahun, tapi masih aktif. Itu motivasi besar bagi kita semua,” katanya.

Ia juga mendorong agar Pedal terus berkembang dengan program yang lebih inklusif, tidak hanya bersepeda, tetapi juga aktivitas kebugaran lainnya.

“Ke depan, program Pedal bisa diperluas, tidak hanya gowes, tapi juga aktivitas sehat lain seperti zumba dan kegiatan kebugaran lainnya. Supaya Pedal semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menjaga Spirit Komunitas di Usia 16 Tahun

Perayaan HUT ke-16 Pedal Community Indonesia di Warjok Sawangan bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang sebuah komunitas yang tumbuh bersama waktu.

Di usia yang ke-16, Pedal Community Indonesia diharapkan tetap solid, konsisten, dan relevan sebagai ruang persahabatan, olahraga, dan kepedulian sosial.

“Semoga Pedal semakin sukses, kompak, solid, dan konsisten dalam menjalankan kegiatan,” tutup Rachmat Maulana.

Tinggalkan Balasan